Sunday, 4 September 2011

Analisa terkait mobil avanza / xenia dalam kasus kecelakaan saipul jamil


Saya kaget juga melihat berita di detik.com yang memberitahukan saipul Jamil mengalami kecelakaan mobil. Perasaan kaget muncul karena berita kecelakaan ini muncul ditengah suasana bulan yang penuh sukacita karena lebaran dan mudik yang dilakukan orang-orang. Terlepas dari kontroversinya si saipul jamil
(saya sempat gak suka juga melihat ulahnya), saya merasa iba juga saat dia kecelakaan apalagi istri baru yang dicintainya (kata dia dan infotainment) turut menjadi korban kehilangan jiwa.
Banyak komentar yang masuk di berita detik.com yang menyalahkan atau langsung menuding bahwa mobil Avanza/Xenia menjadi penyebab kecelakaan ini (baik penyebab langsung atau tidak langsung).
Ada yang mengatakan, mobil Avanza Xenia adalah mobil city car yang tidak bisa dibawa keluar kota ; gampang goyang; tidak bisa dibawa ngebut dll.
Komentar-komentar itu saya pikir sudah jelas bisa langsung saya salahkan. Karena Avanza dan Xenia adalah mobil yang memiliki struktur bodi dan spesifikasi mesin hampir sama (kalau tidak boleh dikatakan sama), maka saya sebagai orang yang memiliki Xenia mencoba memberikan pembelaan saya terhadap tuduhan faktor mobil avanza xenia dalam kecelakaan yang melibatkan Avanza tersebut.
Avanza-xenia bukanlah mobil city car.
Mobil ini masuk ke dalam jenis MPV ( multi purpose vehicle). Sudah jelas memilik bentuk yang besar, sehingga bukan lah city car.
Dengan salah satu tujuan MPV adalah mobil keluarga untuk melakukan tamasya, jadi tentunya siap dunk untuk menempuh jarak jauh.
Kalau pun mau dikatakan sebagai mobil sehari-hari di dalam kota, ada satu tipe yaitu Xenia tipe Li , yaitu yang 1000cc.
Namun dalam kasus kecelakaan ini, jelas bukan Xenia tipe Li. Mobil yang dikemudikan Saipul Jamil adalah mobil avanza, yang mana Avanza hanya ada 1300cc da 1500cc. Lebih spesifik lagi, yang dikendarai adalah Avanza seri G dengan besar silinder 1300cc.
Mobil ini memang memiliki bodi yang tipis dan ringan.
Tipis sekali , hingga memang saya pun menyindir koq seperti kaleng. Karena itu saya sampai memberikan pelapis pada bodi samping untuk meredam suara.
Menurut saya tipisnya bodi mobil itu tidak membuat mobil ini dibilang ringan. Berat kosong kendaraan ini +/- 1000kg, hampir sama dengan Terios/Rush (1200kg) dibawah Innova (1500kg). Apalagi mobil Avanza Saipul Jamil saat itu diisi oleh 10 orang yang tentunya makin menambah bobot kendaraan sehingga tidak mudah oleng saat dihembus  angin atau disalip bus dan kendaran besar lainnya.
Sudah beberapa kali saya membawa Xenia melintas tol cipularang PP. Saya tidak merasakan bahwa mobil ini adalah mobil citi car. Jelas ini mobil sangat memadai untuk jarak jauh. Tenaga yang dihasilkan serta sasisnya sudah cukup kokoh untuk menempuh jarak jauh , tanjakan, berbelok dan durasi tempuh nonstop yang panjang. Memang soal nyaman mobil Avanza-Xenia jauh lah bila dibandingkan dengan sedan. Maklum ini mobil kan mobil kelas entry level. Kalau mau nyaman, pemilik mengeluarkan biaya untuk meng-upgrade apa-apa yang dirasakan kurang. Namun kalau soal faktor keamanan, Toyota dan Daihatsu menurut saya tidak melupakan hal itu saat merancang mobil ini.
Jalur lintas timur Jakarta Medan pun pernah saya lalui memakai Xenia. +/- 2000km perjalanan. Banyak tanjakan, turunan dan belokan.Saya dan saudara saya (pengemudi kedua) memakai berbagai gaya mengemudi : ngebut, menyalip, slow, non stop, semuanya lancar-lancar saja. Saya semakin yakin mobil ini memang pas buat jarak jauh. Tidak ada masalah. Semoga bisa terus begitu, tidak ada masalah :) .
Medan-Kabanjahe, dan Medan-Parapat PP juga sudah pernah saya lalui menggunakan Xenia. Jalanan penuh kelokan dan tanjakan , turunan tajam. Semua tidak ada masalah dengan mobil ini. Puas dan aman dengan Xenia nya daihatsu ini.
Memang Avanza - Xenia akan goyang bila terkena hembusan angin, karena memang ini MPV, bodinya tinggi. Jadi jangan mengemudikan Avanza-Xenia secara zig-zag, terlebih dijalan bergelombang , banyak angin pula . Semua mobil MPV tentu akan oleng kalau seperti itu cara membawanya.
Bila mobil ini disalip oleh bis, memang akan terasa goyangnya. Apalagi kalau bis tersebut sangat dekat dan mobil ini ditumpangi oleh satu orang saja. Saya pikir mobil MPV lain juga akan seperti itu.
Avanza-xenia bisa dipacu sampai 140 km/jam. Namun perlu diketahui , sasis/kaki standar mobil ini terasa keras, dan karena bodinya yang tinggi jadi semestinya hati-hati saat memacu dengan kecepatan tinggi. Asal jalan rata, saya yakin aman - aman saja. Namun baiknya mobil ini tidak dipacu lebih dari 120 km/jam agar kestabilan mobil masih bisa dirasakan oleh pengemudi dan penumpang.
Mengapa saya membela Avanza-Xenia? Karena komentar-komentar negatif yang menuding mobil ini mejadi faktor kecelakaan tersebut saya pikir subjektif. Karena itu saya juga menyampaikan subjektifitas saya akan mobil Xenia, saudara dekat Avanza, berdasar pengalaman saya mengemudikan mobil ini. Dan perlu saya tekankan bahwa apa yang saya utarakan di atas bukanlah penyampaian teoritis ataupun analisa teknikal, karena saya bukan seorang teknisi.
Jadi menurut saya, kesimpulan mengenai Avanza-Xenia :
Bila pengemudi cukup memahami karakteristik mobil MPV, terkhusus lagi Avanza-Xenia, sehingga pengemudi dapat menyesuaikan gaya mengemudinya dengan mobil yang dibawanya tersebut: Avanza-Xenia tidak akan menjadi faktor utama kecelakaan mobil.
Nah, kembali ke kejadian kecelakaan mobil Saipul Jamil...dari berbagai berita yang saya cari, masih pada kesimpulan :
Polisi,sampai hari ini 4 sept 2011, belum dapat memberikan pernyataan resmi apa yang menjadi penyebab kecelakaan mobil tersebut.
Namun penyelidikan dan pemeriksaan sudah dilakukan oleh tim polisi. Namun belum bisa terlalu jauh karena mempertimbangkan suasana psikologis pengemudi mobil, Saipul Jamil, dan keluarganya.
Dari berita/laporan yang menuturkan kronologi kasus kecelakaan tersebut dan cerita pembelaan saya di atas, saya dapat menarik berbagai kemungkinan yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Sekali lagi ini berbagai kemungkinan yang dapat saya tarik berdasarkan berita-berita online.
1. Pengemudi, Saipul Jamil, dalam kondisi mengantuk.
Rombongan diberitakan ke bandung dalam rangka mengunjungi orang tua dan berziarah. Kemungkinan melakukan perjalanan PP (pulang pergi) sehingga saat dalam perjalanan hendak kembali pulang menuju jakarta, stamina pengemudi menurun dan mengantuk yang berakibat terjadilah kecelakaan.
2. Angin.
Saipul menginformasikan bahwa ia sangat merasakan dorongan angin sebelum mobil yang dikemudikannya oleng. Hal ini memang sudah sering dirasakan oleh orang-orang saat melewati tol Cipularang.
3. Kondisi mobil Avanza yang dinaiki oleh mereka
Sesaat baru mengemudikan mobil Avanza tersebut, Saipul merasakan mobil tersebut tidak dalam kondisi bagus. Mobil tersebut disewa dari perusahaan persewaan mobil.
4. Jalan yang bergelombang.
Sudah menjadi hal umum yang diketahui pemakai tol, bahwa jalan Tol bandung jakarta kondisinya bergelombang dan berbelok. Cukup berbahaya saat dikemudikan dalam kecepatan tinggi. Terlebih lagi oleh mobil jenis non sedan, yaitu MPV dan SUV
5. Bis yang mendahului dari sisi kiri bahu jalan
Bis yang tiba-tiba mendahului dari sisi kiri bahu jalan membuat kaget pengemudi.
6. Pengemudi kurang cakap mengendarai mobil tipe Avanza
Kemungkinan pengemudi tidak memahami betul bahwa mobil tipe MPV tidak cocok dibawa secara zig-zag terlebih dalam kondisi kecepatan tinggi di tol bandung-jakarta
7. Pengemudi tidak konsentrasi.
Saat kejadian rombongan seisi mobil sedang bernyanyi, hal ini bisa membuat pengemudi tidak dalam kondisi konsentrasi.
Semoga pihak berwenang bisa segera memberikan laporan hasil penyelidikan ataupun pemeriksaan kasus kecelakaan ini. Dan semoga pihak Saipul Jamil dan keluarga bisa tabah dan mendapat kekuatan dariNYA.
Referensi link:
Analisa terkait mobil  Avanza / xenia...saipul jamil; by Fasatimpo

No comments:

Post a Comment

You can say some words here :